PT. AT INDONESIA
PT. AT INDONESIA
Fabrikasi, Instalasi, & Sertifikasi Kelayakan Overhead Travelling Crane (OHC) Single Girder 5 Ton – PT. AT Indonesia
DATA UMUM PROYEK
- Nama Proyek: Fabrikasi, Instalasi, & Riksa Uji K3 Overhead Travelling Crane (OHC) Single Girder
- Klien / Pemilik Proyek: PT. AT Indonesia (Astra Group) – Karawang Plant
- Lokasi Proyek: Kawasan Industri KIIC (Karawang International Industrial City), Karawang, Jawa Barat
- Kontraktor & Pelaksana: Katrolindo (PT Prima Katrolindo Sejati)
- Kontak Layanan Kontraktor: 081260011505
- Spesifikasi Utama Struktur: Single Girder Bridge Crane – Span 24 Meter + Full-Length Maintenance Platform
- Unit Pengangkat Utama: Hitachi Electric Wire Rope Hoist – Kapasitas 5 Ton
- Sertifikasi Kelayakan: Sertifikat Riksa Uji K3 & Surat Laik Operasi (SLO) Resmi Kemnaker RI / Disnaker
1. LATAR BELAKANG PROYEK
Sebagai salah satu perusahaan manufaktur pengecoran logam (iron casting) dan permesinan (machining) komponen otomotif terkemuka di bawah naungan Astra Group, PT. AT Indonesia menetapkan standar keselamatan dan efisiensi operasional yang sangat ketat. Aktivitas pemindahan material berat seperti cetakan logam (molds), bahan baku besi cor, hingga produk jadi komponen otomotif memerlukan alat angkat yang tangguh dengan jangkauan area cakupan yang luas.
Untuk mendukung kelancaran produksi secara aman, Katrolindo dipercaya untuk melakukan penanganan proyek secara menyeluruh (end-to-end). Cakupan ini meliputi proses rekayasa engineering, fabrikasi struktur jembatan single girder sepanjang 24 meter, instalasi unit hoist 5 ton, hingga pelaksanaan Riksa Uji K3 demi diterbitkannya SLO (Surat Laik Operasi) sebagai legalitas kelayakan alat.
2. REKAYASA STRUKTUR & UNIT HOIST
- Konstruksi Single Girder (Bentang 24 Meter): Desain balok tunggal (single girder) menggunakan baja profil tinggi pilihan yang kokoh namun kompak, efektif menghemat beban mati (dead weight) crane pada struktur kolom bangunan. Dengan bentangan horizontal mencapai 24 meter, crane mampu menjangkau area bay produksi secara menyeluruh.
- Hitachi Wire Rope Hoist 5 Ton: Menggunakan unit hoist seling baja (wire rope) buatan Hitachi Jepang. Unit ini dipilih karena reputasinya yang luar biasa untuk siklus kerja berat (heavy-duty) serta memiliki presisi pengereman tingkat tinggi (magnetic brake system).
- Platform Maintenance (Jembatan Servis): Dilengkapi dengan platform perawatan khusus (maintenance platform) berupa lantai plat bordes yang dipasangi pagar pengaman (handrail) di sepanjang girder. Fasilitas ini menjamin tim teknisi dapat melakukan inspeksi berkala, pelumasan seling, dan servis panel listrik secara aman di atas ketinggian.
3. TAHAPAN INSPEKSI: RIKSA UJI K3 & LEGALITAS SLO
Guna memenuhi regulasi hukum keselamatan kerja yang berlaku di Indonesia (Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut), dilakukan pengujian eksternal menyeluruh sebelum alat resmi diserahterimakan untuk produksi massal:
- Pemeriksaan Visual & Dimensi (Riksa Pertama): Pengecekan seluruh komponen struktural (girder, end carriage, sambungan las, baut pengikat), komponen mekanikal (seling baja, hook block, roda penggerak), serta instalasi kelistrikan (festoon system dan panel kontrol).
- Pengujian Fungsi (Functional Test): Menguji pergerakan mekanis crane dalam 6 arah (naik-turun, kanan-kiri, maju-mundur) untuk memastikan seluruh sensor batas atas-bawah (limit switch) dan tombol darurat (emergency stop) berfungsi dengan responsif.
- Pengujian Beban (Load Test): Melakukan uji angkat beban dinamis dan statis menggunakan beban uji (test load) sesuai regulasi keselamatan kerja untuk mengukur defleksi jembatan girder dan memastikan keandalan sistem pengereman hoist Hitachi.
- Penerbitan SLO (Surat Laik Operasi): Setelah seluruh rangkaian inspeksi dinyatakan memenuhi syarat keselamatan oleh Pengawas Ketenagakerjaan / Ahli K3 Spesialis Pesawat Angkat Angkut, diterbitkan dokumen Laporan Pemeriksaan & Pengujian K3 serta Surat Laik Operasi (SLO) resmi dari dinas terkait. Dokumen ini menjadi jaminan hukum bahwa unit crane legal dan aman digunakan untuk operasional komersial di pabrik PT. AT Indonesia.
4. MANFAAT DAN DAMPAK BAGI PT. AT INDONESIA
- Kepatuhan Regulasi Penuh (Compliance): Pabrik beroperasi dengan tenang karena seluruh alat angkat telah tersertifikasi legalitas K3-nya oleh pemerintah.
- Zero Accident & Aspek Keselamatan Tinggi: Melindungi aset material, investasi mesin, serta keselamatan para pekerja di lantai produksi dari risiko kecelakaan kerja akibat kegagalan fungsi alat angkat.
- Efisiensi Logistik & Perawatan Mudah: Keberadaan platform perawatan memastikan aktivitas servis berkala pasca-operasi dapat dilakukan dengan cepat guna meminimalkan downtime produksi tidak terencana.
